Dokter? Siapa Takut?

Dokter? Siapa Takut?

by admin, March 29, 2018

Kibasan jubah putih terlihat melenggang memasuki perkarangan. Bunyi sepatu pantofel pun terdengar lantang di aspal jalanan. Tiba-tiba suasana pun menjadi mencekam. Di pojokan, Dede meringkuk sambil cemberut kepada Mamanya, berusaha untuk tetap di tempatnya, melawan tarikan tangan Mamanya.

“Ayo, Dede.. Kita ke dokter, yuk!” ajak Mama dengan suara selembut mungkin.

“Nggak mau! Dede takut!” tolak Dede sambil terus berusaha melepaskan cengkeraman tangannya. Ia ingin lari bersembunyi.
“Dede kan berani, ke dokter juga harus berani dong. Nanti di dokter banyak dokter-dokter keren lho!” bujuk Mama, tetap berusaha menarik tangan Dede, setengah menyeretnya dari tempat ia meringkuk. Kalah dalam adu kekuatan, Dede pun terseret oleh tarikan Mama. Merasa kalah campur takut, Dede menangis sekencang-kencangnya. Walaupun kakinya mengikuti langkah Mamanya, tapi hatinya berontak! Ia tidak ingin bertemu dokter!

Langkah Dede dan Mama berhenti di depan rumah sakit, dimana mereka disambut oleh para suster yang ramah juga cantik. Hati Dede merasa lebih ringan melihat senyum para suster, senyum pun mulai terkembang di wajahnya. Begitu ia masuk ke ruangan dokter, ia terpana melihat Dokter John yang keren. Ternyata, pak dokter juga baik hati!

Wah, ternyata ke dokter itu menyenangkan ya! Jadi, siapa yang masih takut ke dokter? Kalau Dede sih nggak!

Tepuk tangan pun bergemuruh dari bangku penonton saat melihat pentas selesai. Itulah kemeriahan suasana pembukaan tema “Dokter” yang kali ini diawali dengan role play dari teman-teman kecil kelompok A1, yang disutradarai Ibu Tini. Tema ini menjadi tema bulan Januari, dimana tema ini dimaksudkan untuk mengenalkan mengenai profesi dokter kepada teman-teman kecil TKIF Al Fikri.

Hmm, kira-kira ada apa lagi ya kegiatan dengan tema Dokter lainnya? Tunggu kelanjutannya ya!

by : Idris Klana